MENYAPA SENJA
Dulu.. Ketika angin dengan lembutnya menyentuh daun-daun yang rapuh. Saat itu senja sedang memeluk langit kelabu. Kupikir akan turun hujan, tapi ternyata tidak. Semesta hanya sedang murung. Kemarau panjang membuat tanah-tanah mengeras. Dan apapun yang tumbuh diatasnya mati. Dulu sekali... Aku telah keliru, bahwa kamu adalah estetik tinta dibuku hidupku yang luas. Kini puisi-puisiku telah lapuk seiring pergimu dengan pintu tak tertutup. Pada jemarimu ; aku tak sempat mengucap selamat tinggal. Barangkali kamu lupa atau bahkan sengaja tak mengapa. Aku ingin menitip pesan agar kamu senantiasa melaju, baik-baik dan tersenyum manis. Selamat.