Postingan

UNTIL WE MEET AGAIN: BEST DAY EVER

Gambar
  Bukit Lembah Gedong 2200 MDPL      Setelah berdiskusi panjang dengan sahabat-sahabatku, seminggu sebelum perjalanan mendaki kami memutuskan untuk mendaki Bukit Gedong yang terletak di Sembalun, Lombok Timur. Setelah ditetapkan adanya tektok ke bukit, kami jadi lebih senang tektok-an dibandingkan nge-camp selama dua hari. Dengan berbagai alasan, bahwa tektok-an lebih menghemat biaya, lebih seru karena istilahnya sedang jalan pagi a.k.a heaking ke bukit tetapi dengan durasi waktu yang tidak terbilang singkat, lebih ringan karena tidak perlu membawa tas gunung yang berliter-liter, dan lebih aman sakitnya di kaki karena sekali jalan sekali capek. Hehe.                                                             ...

CAN WE TOGETHER TILL THE END?

Gambar
Kita tidak pernah tahu, Tentang seberapa besar arti kehadiran seseorang--sampai pada akhirnya, mereka telah benar-benar pergi meninggalkan kita. Saat-saat itulah, Kita sadar, Ternyata mereka amat sangat berharga. Dan sayangnya, Apa yang disesalkan adalah, Kita belum sempat mengatakan kepada mereka "We love you" Kalian sungguh berharga, Terimakasih karena telah membuat hari-hariku menjadi lebih berwarna. Selong Belanak 08-08-2021

BERKELANA; LANGKAH KITA 1:1

Gambar
Mulai detik ini, aku ingin menuliskan setiap perjalanan, moment, dan masa yang pernah kita lalui bersama. Karena, aku menganggap keberadaan kalian di sisiku adalah sebuah keberhargaan dan keberuntungan yang Allah berikan kepadaku. Mengingat kemampuan mengingat manusia terbatas, Aku ingin menulis detail dari setiap cerita yang kita lalui bersama. Akan sangat disayangkan jika ingatan-ingatan itu memudar terhapus oleh waktu. Karena  tulisan tidak akan pernah pudar dan luntur, k elak saat kita tua nanti, aku ingin tulisan-tulisanku menjadi saksi bisu kebersamaan kita.  SAVANA DANDAUN;  PENDAKIAN PERTAMA Perjalanan kali ini merupakan kali pertamaku melakukan pendakian ke salah satu bukit yang terletak di Sembalun. Sebelumnya, tak terfikir olehku untuk berkelana lebih jauh. Yah, paling mentok-mentok cuma pergi ke pantai atau air terjun. Betapa senangnya aku ketika diizinkan oleh kedua orang tuaku untuk mendaki. Padahal susah banget izin ke mereka kalau masalah mendaki. Yah, mun...

MENYAPA SENJA

Gambar
Dulu.. Ketika angin dengan lembutnya menyentuh daun-daun yang rapuh. Saat itu senja sedang memeluk langit kelabu. Kupikir akan turun hujan, tapi ternyata tidak. Semesta hanya sedang murung. Kemarau panjang membuat tanah-tanah mengeras. Dan apapun yang tumbuh diatasnya mati. Dulu sekali... Aku telah keliru, bahwa kamu adalah estetik tinta dibuku hidupku yang luas. Kini puisi-puisiku telah lapuk seiring pergimu dengan pintu tak tertutup. Pada jemarimu ; aku tak sempat mengucap selamat tinggal. Barangkali kamu lupa atau bahkan sengaja tak mengapa. Aku ingin menitip pesan agar kamu senantiasa melaju, baik-baik dan tersenyum manis. Selamat.

SALAHKU...

Gambar
Untukmu yang pernah sedekat nadi, maafkan aku yang hingga saat ini masih mencintaimu. Waktu yang pernah kita lalui sangat membekas. Cerita kita terang nan benderang bagai kunang-kunang ditengah kegelapan belantara. Hari-hari yang kita lalui, segala kenangan yang tercipta sangat apik tersusun rapi dalam memori saraf pusat. Maafkan aku yang masih menjadikanmu orang terdepan dalam hidupku. Maafkan aku yang terlalu pengecut untuk menyatakan perasaanku yang sebenarnya. Maafkan aku atas segala angan dan ekspetasiku yang terlalu tinggi tentang masa depanku bersamamu. Entah sudah berapa purnama yang terlewat, ejaan namamu masih menjadi pemberitahuan favoritku dilayar putih gawaiku. Segala tanya menggaung di kepalaku. Sampai kapan aku seperti ini? Sampai kapan terombang-ambing dalam kotak cerita kisah-kasih merah jambu? Mungkin kesibukan akan sedikit membantuku melupakannya. Mungkin melampiaskannya kepada hobiku akan sedikit mengusir bayangmu. Tetapi aku salah, disaat lenggangnya waktu, segala...

AKHIR YANG BAIK

Gambar
Dahulu dirimu bagai pijar bulan yang cahayanya berpendar sangat indah dimataku, Dahulu segala tentangmu sangat indah bagai kupu-kupu berterbangan memenuhi taman, Dahulu kau membuat dunia selain kita tak terlihat oleh diriku, Dahulu dengan lantang ku berkata pada diriku bahwa kau adalah titik terang akhir pencarianku. Ternyata, aku salah... Pendaran cahaya yang ku elok-elokkan perlahan memadam, Indah sorot matamu perlahan memudar, Kupu-kupu nan indah itu perlahan memencar berpindah haluan, dan Titik terang itu perlahan menghilang tak berjejak. Lukisan di langit nan penuh warna mendadak abstrak tak berwarna, Bunga-bunga taman yang sedang merekah indah berangsur-angsur melayu dan menguning, Burung-burung bersenandung bersama perlahan berpencar mencari habitat barunya. Segala tentangmu berubah, Kupaksakan untuk berhenti sebelum aku berlari terlalu kencang hingga lupa caranya berhenti. Kulepaskan dirimu sebelum ketakutan-ketakutan itu menjadi nyata di depan mataku. Kurelakan ...

MELEPASKAN INDAHNYA KUPU-KUPU

Gambar
Sore itu, hujan mengguyur deras kota ini. Carut-marut manusia dibawah terik matahari sekejap tersapu bersih begitu saja.  Pontang-panting mencari keteduhan.  Terlihat beberapa orang berusaha melindungi orang terkasihnya agar tidak basah terkena air yang perlahan menderas.  Beberapa lagi, ada yang menepi, lalu saling tertawa lepas mengejek betapa kuyupnya orang dihadapannya saat itu. Kuperhatikan sekelilingku pada kondisi saat itu, sambil tersenyum simpul, gemas. Kupandangi langit yang gelap dibalik kaca mobil yang mendadak mengurangi kecepatannya. Banyak hal yang kupirkan saat itu, perihal melepaskan. Lagi-lagi, Tiap rintik hujan yang terjatuh mampu menghadirkan suasana hati yang tak mampu terbahasakan. Seakan dapat membaca suasana hati yang kelabu. Detik-detiknya terasa sangat berharga saat ini. Bahkan menit-menit, jam-jamnya melesat cepat bagai ribuan anak panah yang menghunjami bumi Akan ada waktunya melepas indahnya kupu-kupu setelah lama menanti tumbu...