MELEPASKAN INDAHNYA KUPU-KUPU
Sore itu, hujan mengguyur deras kota ini.
Carut-marut manusia dibawah terik matahari sekejap tersapu bersih begitu saja.
Pontang-panting mencari keteduhan.
Terlihat beberapa orang berusaha melindungi orang terkasihnya agar tidak basah terkena air yang perlahan menderas.
Beberapa lagi, ada yang menepi, lalu saling tertawa lepas mengejek betapa kuyupnya orang dihadapannya saat itu.
Kuperhatikan sekelilingku pada kondisi saat itu, sambil tersenyum simpul, gemas. Kupandangi langit yang gelap dibalik kaca mobil yang mendadak mengurangi kecepatannya. Banyak hal yang kupirkan saat itu, perihal melepaskan.
Lagi-lagi,
Tiap rintik hujan yang terjatuh mampu menghadirkan suasana hati yang tak mampu terbahasakan.
Seakan dapat membaca suasana hati yang kelabu.
Detik-detiknya terasa sangat berharga saat ini.
Bahkan menit-menit, jam-jamnya melesat cepat bagai ribuan anak panah yang menghunjami bumi
Akan ada waktunya melepas indahnya kupu-kupu setelah lama menanti tumbuh kembangnya dalam balutan kepompong.
Akan ada waktunya melepas merpati terbaik untuk terbang bebas mencari penghidupan yang lebih baik.
Dan..
Akan ada masanya merelakan kepergian orang yang dicinta.
Membiarkan kedua kakinya melangkah menguat, kedua bahunya menegap, kedua tangannya mengepal, membawa segenggam kepercayaan dan tanggung jawab yang besar yang akan dibawanya kembali selepas perjalanan jauh itu.
"Selamat berjuang, ini adalah waktumu" bisikmu.

Komentar
Posting Komentar