SALAHKU...


Untukmu yang pernah sedekat nadi, maafkan aku yang hingga saat ini masih mencintaimu. Waktu yang pernah kita lalui sangat membekas. Cerita kita terang nan benderang bagai kunang-kunang ditengah kegelapan belantara. Hari-hari yang kita lalui, segala kenangan yang tercipta sangat apik tersusun rapi dalam memori saraf pusat.

Maafkan aku yang masih menjadikanmu orang terdepan dalam hidupku. Maafkan aku yang terlalu pengecut untuk menyatakan perasaanku yang sebenarnya. Maafkan aku atas segala angan dan ekspetasiku yang terlalu tinggi tentang masa depanku bersamamu.

Entah sudah berapa purnama yang terlewat, ejaan namamu masih menjadi pemberitahuan favoritku dilayar putih gawaiku. Segala tanya menggaung di kepalaku. Sampai kapan aku seperti ini? Sampai kapan terombang-ambing dalam kotak cerita kisah-kasih merah jambu?

Mungkin kesibukan akan sedikit membantuku melupakannya. Mungkin melampiaskannya kepada hobiku akan sedikit mengusir bayangmu. Tetapi aku salah, disaat lenggangnya waktu, segala tentangmu riuh berhamburan menghampiriku, mengisi puing-puing puzzle memori saraf pusat.

Aku sungguh tak tau sampai kapan rasa ini berakhir. Mungkin, hingga aku menemukan seseorang yang persis sepertimu hingga aku bisa mengganggap dirinya adalah dirimu. Salahku terlalu dalam menyelami samudera cintamu.

Jejak Langkah

14-07-21

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNTIL WE MEET AGAIN: BEST DAY EVER

BERKELANA; LANGKAH KITA 1:1

MENYAPA SENJA